Kawasan pesisir Banten, khususnya daerah Anyer hingga Panimbang, memiliki sejarah panjang terkait bencana alam yang tak terlupakan. Tragedi tsunami beberapa tahun silam memberikan pelajaran berharga tentang betapa rentannya wilayah pesisir jika tidak memiliki pelindung alami yang kuat. Menyadari hal tersebut, HDCI melakukan sebuah inisiatif yang sangat strategis bertajuk Benteng Tsunami. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan hobi berkendara dengan upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan melalui penanaman vegetasi pantai di titik-titik rawan yang selama ini terbuka tanpa penghalang alami.
Konsep Touring yang diusung kali ini memiliki misi “Hijau” yang sangat kental. Para anggota komunitas motor besar ini tidak hanya menikmati jalanan aspal berkelok di sepanjang pantai Banten, tetapi juga membawa ribuan bibit pohon bakau (mangrove) dan cemara laut. Pemilihan jenis tanaman ini bukan tanpa alasan; mangrove dikenal memiliki akar yang sangat kuat untuk memecah energi gelombang, sementara cemara laut mampu menahan laju angin kencang dan mencegah pengikisan tanah oleh air laut. Dengan menanam pohon-pohon ini, para pengendara sedang membangun garis pertahanan pertama bagi masyarakat yang tinggal di pinggir pantai.
Keterlibatan HDCI dalam proyek konservasi ini menunjukkan pergeseran paradigma komunitas otomotif menuju aktivitas yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas (community service). Mereka berkolaborasi dengan ahli lingkungan dan masyarakat lokal untuk memastikan bahwa bibit yang ditanam memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi. Bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan, tetapi ada mekanisme pemantauan berkala yang dilakukan setiap kali mereka melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Ini adalah bentuk komitmen jangka panjang yang menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bukan hanya tren sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup bertanggung jawab.
Fokus utama dari aksi di pesisir Banten ini adalah mengembalikan keseimbangan ekologis yang sempat rusak akibat pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Selain penanaman pohon, para rider juga memberikan edukasi mengenai sistem peringatan dini bencana kepada penduduk setempat. Mereka percaya bahwa masyarakat yang tangguh adalah masyarakat yang memahami karakteristik lingkungannya sendiri. Dengan demikian, kegiatan touring ini menjadi sarana transfer pengetahuan yang sangat efektif karena dilakukan dengan cara yang santai namun tetap berisi pesan-pesan yang sangat mendalam dan penting untuk keselamatan jiwa.
